background

Dekan Fikom Dwijendra University, Ajak Media Massa membangun Opini Publik yang Sehat

Dekan Fikom Dwijendra University, Ajak Media Massa membangun Opini Publik yang Sehat

Dekan Fikom Drs. I Wayan Kota Niarta, S.H.M.H.,M.I.Kom

 

Serangkaian menyambut Dies natalis ke-39 Dwijendra University, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis  menggelar webinar nasional dengan mengusung tema : “Edukasi Etika Jurnalitik : Peran Media dan Jurnalis dalam membangun Opini Publik di Tengah Pandemi Covid-19”. Webinar  berlangsung tanggal 6 Juli 2021 dengan menghadirkan narasumber  Ketua  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali dan Dekan Fikom dan Bisnis Dwijendra University.

Rektor  Dwijendra University  Dr Ir Gede Sedana M.Sc., M.MA ketika  menjadi opening speaker mengatakan media pers dan media sosial memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukan opini di Masyarakat.  Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi aktor dan pemain di dalamnya.   “ terkadang media menjadi agen sosialisasi terhadap pilihan politik masyarakat” tukasnya. Dengan derasnya berbagai informasi dan dan isu-isu yang berseliweran di berbagai media, maka ia berharap agar media pers bisa menjadi pengawas terhadap derasnya arus informasi atau pesan-pesan yang tidak membangun optimisme, sehingga tidak menjadi bola liar.

Dwikora Putra  narasumber dari PWI Bali, menjelaskan bahwa sebelum wartawan melakukan tugasnya dalam meliput Covid-19, ia harus paham standar peliputan Covi-19. Dwikora mengingatkan, bahwa  wartawan punya kewajiban mengedukasi masyarakat. “Informasi yang didapat haruslah akurat, diverifikasi dan dikonfirmasi , yang dibingkai dalam kode etik jurnalistik agar berita yang disajikan tidak menyesatkan”. Sejak munculnya media sosial, Dwikora  mengatakan, pers memiliki tugas baru, yakni menjadi semacam “cleaning house” bagi media sosial. Bagaimana pers  berperan dalam membersihkan, meluruskan informasi yang ada di media sosial agar tidak menyesatkan masyarakat, termasuk opini negatif  terhadap kebijakan pemerintah terkait Covid-19. Pers berperan dalam menumbuhkan optimisme masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

Sementara itu narsum lainnya Dekan Fikom dan Bisnis Dwijendra University  W. Kotaniartha, berharap dan mengajak media massa  untuk  bersama-sama  membagun opini publik  yang sehat dan mencerahkan. Dengan demikian masyarakat akan teredukasi secara baik untuk kemaslahatan masyarakat pada umumnya. Ia juga menjelaskan bahwa opini publik memiliki kekuatan atau power yang luar biasa. Ia mencontohkan opini publik dapat menjadi  sanksi sosial terhadap individu atau kelompok. Bayangkan kalau terjadi trial by the press dan opini di medsos seolah ikut menghakimi  terhadap orang yang belum tentu sebagai pelaku korupsi, maka akan memberi efek psikologis dan  bahkan mungkin pengucilan secara sosial terhadap individu  yang dituduhkan, termasuk keluarganya. Namun opini publik  juga berperan penting untuk membangun keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas, terutama dalam hal mempertahankan norma, nilai-nilai luhur,  tertib hukum dan lainnya dalam masyarakat. Selain itu “berkat opini publik  akan dapat mempertahankan berbagai institusi yang masih riil dibutuhkan oleh masyarakat, misalkan ada upaya untuk menghapus keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tetapi sebaliknya berkat opini publik,  bisa saja menyebabkan sebuah institusi menjadi hancur dan bahkan terlikuidasi, pungkasnya”.

Terkait dengan era pandemi Covid-19, Kotaniartha mengatakan, bahwa telah terjadi opini publik yang kontroversial terhadap beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Ia mencontohkan diantaranya, keluarnya Perpu No.11 tahun 2020, kenaikan iuran BPJS, pilkada serentak dan omnibus law atau undang-undang cipta kerja. Seandainya pemberitaan media massa dominan kontennya tidak berpihak pada kepentingan publik, maka situasi  kehidupan bernegara pasti akan semakin chaos. “Disitulah letak pentingnya posisi media massa  untuk membuat pemberitaan yang berimbang, memberi analisis yang mencerahkan, serta mengedepankan kepentingan bangsa atau masyarakat dalam arti luas”, imbuhnya.

Saat menutup penjelasannya, Dekan Fikom berharap agar media massa konsisten berpegang pada kode etik jurnalistik dalam pemberitaan, serta tidak membangun opini yang menimbulkan kepanikan masyarakat di tengah pandemic Covid-19. “ Media arus utama  masih diperlukan di era digitalisasi dan keterbukaan informasi untuk meluruskan pemberitaan dan opini yang sering berkembang tak terkontrol di media social” pungkasnya. (Nova)

 

 

-------

Berita ini pernah terbit pada laman Dwijendranews.com : https://dwijendranews.com/2021/07/07/dekan-fikom-dwijendra-university-ajak-media-massa-membangun-opini-publik-yang-sehat/