background

Melestarikan Subak sebagai Warisan Dunia

Melestarikan Subak sebagai Warisan Dunia

Petronela Asri Mado Mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University

 

Indonesia dan khususnya masyarakat Bali sudah sangat sepantasnya bangga karena UNESCO telah mengumumkan bahwa subak menjadi salah satu warisan dunia sejak 2012. Sebagai suatu tantangan ke depan adalah menjaga kelestarian subak tersebut karena adanya berbagai masalah seperti alih fungsi lahan. Di Bali, budaya subak sangat identik dengan budaya pertanian di lahan sawah. Oleh karena itu, sudah seharusnya dilestarikan dalam artian dipertahankan dan dikembangkan sehingga dapat terwujud sustainable subak. Pelestarian budaya ini tidak semata-mata dilakukan aspek budayanya saja tetapi melalui berbagai aspek lainnya seperti ekonomis, politik, sosial, hukum, dan pendidikan.
Secara ekonomis, subak-subak di masa mendatang memerlukan upaya pemberdayaan partisipatif untuk melakukan kegiatan yang berorientasi agribisnis yang berlandaskan budaya. Para petani yang tergabung dalam subak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatannya melaui usahatani di lahan sawah. Peningkatan tersebut dapat menjadi salah satu insentif bagi petani untuk tetap bertahan mengelola lahan sawahnya, sehingga alih fungsi lahan sawah dapat dikendalikan.
Selain itu, pendekatan politik juga perlu dilakukan untuk melestarikan subak seperti membuat kebijakan pertanian dan kebijakan non-pertanian yang mendukung kebijakan pertanian. Misalnya pemerintah harus membuat kebijakan mengenai kawasan terbuka hijau, irigasi, kredit, harga, perdagangan, pajak dan lain sebagainya. Memperkuat subak dalam aspek ekonomis dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan ekonomi, khususnya di perdesaan. Produk-produk pertanian seperti padi dan palawija agar dapat didorong untuk memiliki nilai tambah melalui peningkatan kegiatan di hilir atau aktivitas pasca-panen.
Pengolahan dan pemasaran produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh petani anggota subak agar memberikan keuntungan bagi mereka. Pemerintah dan pengusaha pertanian agar memberikan jaminan adanya harga yang layak terhadap produk pertanian. Oleh karena itu, petani untung akan menjadikan subak tetap lestari dan selanjutnya pembangunan berjalan secara baik.

Petronela Asri Mado
Mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis
Dwijendra University

 

 

 

-------

Berita Ini Pernah Tgerbit pada laman Dwijendranews.com : https://dwijendranews.com/2021/06/02/melestarikan-subak-sebagai-warisan-dunia/