background

Tangkal Radikalisme, Dwijendra University Gaungkan Relevansi Nilai-nilai Pancasila Melalui Seminar Nasional

Tangkal Radikalisme, Dwijendra University Gaungkan Relevansi Nilai-nilai Pancasila Melalui Seminar Nasional

Cuplikan pelaksanaan seminar nasional secara daring

 

Denpasar, DwijendraNews. Ancaman paham radikalisme di Indonesia tak kunjung surut. Dwijendra University gaungkan relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menangkal radikalisme, melalui Seminar Nasional yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 9 Juli 2021.

Dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Dwijendra yang ke-39, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan seminar nasional dengan tema “Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam menangkal Radikalisme”. Tema ini diangkat atas pertimbangan relevansi Pancasila yang kembali dipertanyakan di tengah masifnya perkembangan radikalisme di Indonesia.

Munculnya gerakan-gerakan dan organisasi radikal di Indonesia sejak pasca kemerdekaan sampai saat ini menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana kemampuan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dapat dipertahanakan adalah persoalan yang harus dijawab. Nyatanya, Pancasila yang bersumber dari nilai-nilai masyarakat Indonesia adalah senjata untuk dapat menangkal radikalisme itu sendiri. Dengan Pancasila yang memiliki peran sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dengan sifat luwesnya atau terbuka dengan perkembangan jaman akan tetap relevan bagi Indonesia sebagai falsafah bangsa, dan bahkan dalam menangkal paham radikalisme di Indonesia.

Adapun seminar yang diselenggarakan melalui platform zoom meeting ini, mengundang tiga narasumber. Pertama adalah Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum selaku ketua Yayasan Dwijendra dengan topik materi Pancasila sebagai Dasar Filosofis dalam Berbangsa dan Bernegara Di Indonesia. Narasumber kedua adalah Dr. Ir. Gede Sedana, M.Msc. M.M.A dengan judul topik penguatan nilai-nilai Pancasila berbasis kearifan lokal dalam menangkal radikalisme. Kemudian pembicara ketiga adalah I Gusti Ngurah Santika, S.Pd.,M.Pd. dengan topik ancaman radikalisme terhadap relevansi Pancasila di media sosial.

Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum sebagai narasumber pertama memaparkan bagaimana petingnya kita memahami sejarah atau asal-usul Pancasila agar terhindar dari paham radikal. Untuk itu beliau mengajak kita untuk kembali menelusuri sejarah sidang BPUPKI hingga ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara.

Narasumber kedua yakni Dr. Ir. Gede Sedana, M.Msc. M.M.A mengangkat judul Penguatan Pancasila berbasis kearifan lokal. Beliau menjelaskan Pancasila merupakan potret jati diri dan karakter bangsa Indonesia yang religius dan berbudaya. Salah satu local wisdom di bali yang berkenaan dengan pertanian adalah subak yang telah diakui sebagai word cultural heritage. Dengan memperkuat subak sebagai salah satu local wisdom maka akan dapat memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam menangkal radikalisme khususnya bagi masyarakat Bali. Karena, tanpa disadari nilai-nilai subak yang dianut oleh masyarakat Bali sudah mengaktualisasikan nilai-Nilai Pancasila dengan didukung oleh nilai-nilai filosofi Tri Hita karana.

Sedangkan I Gusti Ngurah Santika, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bagaimana masifnya radikalisme menyebar di media social, sehingga mengancam relevansi Pancasila bagi Indonesia. Dengan mengetahui dan menyadari bagaimana radikalisme menyebar di media sosial, kita menjadi lebih awas. Jangan sampai terjebak paham radikal di media social, karena relevansi Pancasila akan memudar. Ketika relevansi Pancasila mulai tergeser dan tergantikan, integrasi Indonesia menjadi pertaruhannya. Untuk itu, kita harus menyadari, bahwa media social bukan hanya dapat digunakan untuk menjaga NKRI, tetapi juga disalahkangunakan kelompok radikal untuk memecah belah.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan mampu membuka kembali aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam benak peserta seminar. Sehingga, diharapkan dapat digunakan sebagai bekal untuk memagari diri dari paham-paham radikalisme. Kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila yang diimplementasikan ke dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, adalah satu-satunya cara bagi bangsa Indonesia untuk terhindar dari paparan isu-isu radikalisme.

 

 

-------

Berita ini pernah terbit pada laman Dwijendranews.com : https://dwijendranews.com/2021/07/09/tangkal-radikalisme-dwijendra-university-gaungkan-relevansi-nilai-nilai-pancasila-melalui-seminar-nasional/