background

Kecerdasan Sosial Anak Di Era Digital

Kecerdasan Sosial Anak Di Era Digital

 

Oleh:
Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini.S.Pd.,M.Pd
Ketua Program Studi PGSD, Dwijendra University

Seiring pertambahan usianya, kelak anak akan hidup di tengah masyarakat seorang diri. Ia harus bisa menyesuaikan diri dengan orang lain, tantangan sesuai perkembangan jaman dan Ibu tidak bisa selalu bersamanya. Salah satu tantangan di era digital ini adalah anak cenderung lebih suka beraktivitas sendiri, lebih sering dengan dunia sendiri dan gadget-nya. tampak kesulitan membangun relasi sosial dengan orang-orang sekitar. Padahal, era digital hadir dengan membawa peluang besar untuk terciptanya kolaborasi antar berbagai belahan dunia. Pada era digital ini dapat membuat keterampilan sosial anak kurang terstimulasi, sesungguhnya di era inilah kecerdasan sosial sangat dibutuhkan, lebih dari sebelumnya, untuk mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi, anak perlu memiliki kecerdasan sosial. Anak harus bisa berkolaborasi dengan siapa pun dan dari belahan dunia mana pun. Oleh karena itu, anak perlu memahami cara berinteraksi secara tatap muka maupun secara on-line dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Untuk itu ditanamkan kemampuan untuk bekerja sama dan bernegosiasidalam diri anak, termasuk kemampuan menyikapi situasi dengan tepat, baik ketika pro maupun kontra. Misalnya, bagaimana anak harus bersikap dan berkomunikasi dengan baik di sosial media.
Kecerdasan Sosial?
kecerdasan sosial adalah kemampuan anak membangun hubungan dan interaksi sosial dengan orang lain yang diwujudkan dalam perilaku sosial berupa kemampuan: bekerjasama, suka menolong, menerima tanggung jawab, menunjukkan empati, berperilaku sesuai aturan dan norma, dan aktif secara sosial. Individu memiliki berbagai potensi, salah satunya adalah kecerdasan. Kecerdasan yang awalnya identik dengan kemampuan intelektual, kini berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas dan kompleks, seperti seluas kecerdasan yang dibangun oleh Gardner. Gardner mengembangkan teori multiple intelligences, salah satu diantaranya adalah kecerdasan personal. Kecerdasan personal meliputi kecerdasan intrapersonal dan interpersonal (sosial).Kemudian Goleman menekankan kecerdasan sosial pada kesadaran sosial dan kemampuan sosial pada diri seseorang untuk menjalin hubungan sosial dalam sebuah interaksi. Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk mengerti orang lain dan bagaimana bereaksi terhadap berbagai situasi sosial yang berbeda. Melalui kecerdasan sosial manusia dapat: a) melihat simbol-simbol dan perubahan sosial saat ini, b) memahami perlunya pendidikan sepanjang hayat, c) mengenal kebutuhan tindakan sosial, d) Mengembangkan perasaan kepedulian dan menganggapnya sebagai teman. Kemudian kecerdasan sosial juga sering disebut kecerdasan antar pribadi yang merupakan kemampuan memahami dan berinteraksi secara baik dengan orang lain. Kecerdasan antar pribadi adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang di sekitar. Kecerdasan antar pribadi atau diistilahkan “cerdas bermasyarakat” merupakan kemampuan untuk memahami dan memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan orang lain dan menanggapinya secara layak. Kecerdasan inilah yang memungkinkan seseorang untuk membangun kedekatan, pengaruh, pimpinan dan membangun hubungan dengan masyarakat. Dengan demikian, mengetahui dan melatih kemampuan kecerdasan sosial anak sejak usia dini menjadi hal yang perlu dan penting untuk menunjang kesuksesan dan keberhasilan anak di sekolah. Kecerdasan sosial anak tidak terlepas dari pengaruh lingkungan terdekatnya dalam mengajarkan tentang moral dan konsekuensi sosial. Anak belajar bersosialisasi dari interaksi sosial dalam kesehariannya. Anak yang cukup dekat dengan sentuhan personal, akan lebih terampil dalam mengenali kebutuhan, perasaan, ataupun keinginan diri dan orang lain. Dengan demikian, anak perlu banyak berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya untuk melatih dirinya dalam konflik dan kerja sama. Anak akan belajar mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain, mempertahankan hubungan yang baik, serta menghindari penolakan kelompok dan celaan. Secara tidak langsung, anak harus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana ia berada.

 

 

 

--------

Berita ini pernah terbit pada laman sunarpos.com