background

Memacu Kebangkitan Ekonomi Bali

Memacu Kebangkitan Ekonomi Bali

 

 

Oleh : Desinyata Liberti Bobo
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra

Sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia mengalami dampak terhadap berbagai sektor, Bali adalah salah satu kawasan pariwisata yang mengalami dampak terpuruknya perekonomian. Bali mengalami penurunan pendapatan karena sektor pariwisata yang diandalkan oleh masyarakat terkena imbas oleh pandemi. Kini kondisi Ekonomi Bali mulai membaik tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta komponen masyarakat lainnya yang saling bahu membahu untuk kebangkitan ekonomi, Bali. Fenomena kebangkitan ekonomi dan pariwisata Bali ditunjukkan dengan mulainya pembukaan tempat–tempat parawisata, hiburan, hotel, restoran, penerimaan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Kondisi ini terus mengalami peningkatan dan mulai berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali
Puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali memasuki semester kedua 2022. Sektor akomodasi, makanan dan minuman menjadi penopang utama, diikuti oleh sektor pertanian, konstruksi dan perdagangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Juli – September 2022, perekonomian Bali tumbuh sebesar 8,09% dibanding periode yang sama tahun sebelumya.
Menurut Trisno Nugroho,Kepala BI Bali, bahwa tahun 2022 pencapaian ekonomi Bali jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,72%. Secara akumulasi sejak Januari hingga September, produk domestik bruto (PDB) naik sebesar 4,19% dibanding tahun sebelumya. G20, memberi sumbangsih sekitar 1% terhadap PDB Bali. Memasuki kuartal ketiga dan keempat, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, meski kedatangan wisatawan termasuk tamu-tamu G20, baru sepertiga dari kondisi normal sebelum pandemi. Sejak kuartal pertama 2022, PDB Bali sudah menunjukan pertumbuhan positif, tercatat sebesar 1,43% secara tahunan dan sebesar 3,05% pada kuartal kedua. Bank Indonesia memperkirakan selama tiga bulan terakhir atau sepanjang Oktober-Desember 2022, Bali akan tumbuh dikisaran 5%. Sehingga secara keseluruhan 2022, pertumbuhan ekonomi Bali akan berada pada kisaran 3,8% – 4,6%. Perkiraan tersebut sudah memasukkan faktor G20, yang pastinya memberi sumbangsih bagi bangkitnya perekonomian Bali (Nusa Bali 7/11/2022).

Terkait dengan dinamika ekonomi Bali yang makin positif tersebut, maka terdapat beberapa hal yang patut diatensi untukterus memacu kebangkitan ekonomi Bali, yaitu :

  1. Mendukung program dan stimulus ekonomi, baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, yang ditujukan kepada pelaku UMKM dan komponen masyarakat lainnya. Karena itu pihak penerima stimulus agar selalu kreatif dan sungguh-sungguh menjaga fokus program tersebut
  2. Hasil-hasil pertanian dan perikanan agar dibuatkan program dan kegiatan nyata agar semuanya dapat terserap.
  3. Bagi para pelaku industri pariwisata agar terus berbenah dengan menyiapkan penerapan protokol kesehatan baik pada objek wisata, hotel maupun restaurant sehingga tumbuh kepercayaan di kalangan wisatawan bahwa Bali dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan
  4. Semua pihak kiranya mesti ikut memacu pasar domestik karena pasar ini merupakan peluang potensial menggerakkan ekonomi Bali
  5. Menyiapkan dan mengkaji berbagai regulasi pendukung, agar ada payung hukum dalam upaya terus melakukan perbaikan sarana prasarana dan kualitas layanan
  6. Saling memberi semangat dan mendorong kerja sama, saling bahu membahu untuk kemajuan dan kebangkitan kembali pariwisata baik di Bali maupun Indonesia pada umumnya.

 

 

 

-------

Berita ini pernah terbit pada laman Sunarpost.com