FPB Dwijendra University mengadakan kuliah umum bersama  Bulacan Agricultural State College The Philippines

Kolaborasi sangat penting untuk menambah wawasan baru, apalagi dari universitas yang berasal dari luar negeri. Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University mengadakan kolaborasi kuliah umum bersama Bulacan Agricultural State College The Philippines bertempat di Gedung Rektorat Dwijendra University pada hari senin, 17 Februari 2025, yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen FPB Dwijendra University. Sebagai narasumber Dr. Nerilyn J. Victoria dan Dr. Meriam F. Sulit dari Bulacan Agricultural State College The Philippines. Acara diawali dengan sambutan selamat datang dari Rektor Dwijendra University Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A. sambil menjelaskan keberadaan Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University memiliki tiga prodi yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi dan Prodi Magister Penyuluhan Pertanian yang selalu aktif membantu masyarakat terutama yang bergerak dibidang pertanian dalam bentuk pendampingan, pelatihan, maupun pendidikannya.

Sebagai narasumber pertama Dr. Nerilyn J. Victoria menjelaskan tentang bagaimana memajukan agribisnis melalui penyuluhan pertanian yaitu dengan memperkuat pengetahuan, mengembangkan inovasi dan kemitraan dengan tujuan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, namun keberhasilan ini juga perlu adanya akses pasar yang disertai dengan praktek yang berkelanjutan imbuhnya lagi. Dr. Nerilyn juga menjelaskan peranan penyuluhan pertanian sangat penting dalam memajukan agribisnis hal ini disebabkan karena penyuluhan pertanian akan bertindak sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan petani, pengusaha pertanian, dan pemangku kebijakan sembari memastikan bahwa pengetahuan, inovasi, dan kemitraan mendorong agribisnis berkelanjutan.

Narasumber selanjutnya Dr. Meriam F. Sulit menjelaskan tentang pentingnya konservasi tanah dan air untuk produksi tanaman berkelanjutan bertujuan untuk mempertahankan produktivitas pertanian, mencegah degradasi lahan, dan memastikan pasokan air yang stabil untuk pertumbuhan tanaman, ternak, dan penggunaan manusia. Dr. Meriam F. Sulit juga mengatakan  permasalahan yang menyebabkan perlunya konservasi tanah dan air seperti permasalahan yang berkaitan dengan tanah, air , lingkungan hidup, pertanian dan sosial ekonomi.

Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University Dr. Ni Made Intan Maulina, S.P.,M.P. juga menjelaskan bagaimana sistem agribisnis dan kondisi penyuluhan pertanian pada umumnya yang ada pada subak di Bali. Sistem agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi, usahatani, panen, pasca panen, agro industri, pemasaran dan jasa penunjang masih memiliki permasalahan di setiap subsistemnya. Semantara kondisi penyuluhan pertanian perlu ditingkatkan kembali terutama dalam Sumber daya manusianya dalam melakukan pendampingan subak ungkapnya